Jumat, 26 Juni 2015

Puisi-Puisi : Hariyono Nur Kholis

Senin, 05 Januari 2015

Puisi-puisi Rusydi Tolareng


Puisi-puisi Rusydi Tolareng*

Sihirlah

sihirlah aku jadi puisi memuakkan
yang gampang terbakar dan terpukau
biarkan bangkaiku disaksikan anak cucu
hingga ia tahu kalau aku adalah batu

sihirlah aku jadi kata-kata memilukan
yang gampang dipandang orang dari belakang
jika jiwaku memberontak ambilkan tali
lalu gantung di tengah jalan atau di bawah jembatan
biar orang tahu kalau aku adalah puisi yang kehilangan tuan.


Yogyakarta,2013.

Kamis, 01 Januari 2015

Puisi-Puisi Hariyono Nur Kholis*


Puisi-Puisi Hariyono Nur Kholis*
 (Dimuat Di Koran Minggu Pagi 28 Desember 2014)
Tak Perlu Menangis

Sebab metahari setia terbit
tebagai tempat kita menatap semesta
dan aku juga tak ingin pagi yang berawan ini menjadi hujan

Biar air matamu tidak mengadu kemana-mana
dan lukamu tidak diartikan sebagai luka dan lara
melainkan kelembutan dan kesejukan yang tertuang
dikedalaman jiwa penyair.

Yogyakarta, 2014