Tulisan Tebaru

بِسْم اللٰه الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Minggu, 05 Mei 2013

Antara Ajaran Islam dan Tradisi Leluhur

Share on :

Oleh : Herman Busri*
Islam adalah agama rahmatan lil alamin, Islam bukan hanya sesuai dan terlahir untuk masyarakat Timur Tengah (Arab) sebagai tempat pertama agama ini dilahirkan. Akan tetapi Islam senantiasa bisa diterima dan dapat diamalkan diseluruh dunia. Maka tidak belebihan jika Islam dikatakan sebagai agama yang elastis karena Islam mampu menyesuaikan dengan setiap satu-persatu tradisi dan budaya yang ada disetiap sudut dunia ini, selama tidak menyalahi ajaran yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits.
Sehingga antara bentuk peribadatan suatu masyarakat di satu daerah dengan daerah yang lainnya rentan sekali berbeda. Disamping ajaran yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadits memang syarat dengan perbedaan karena informasi yang terkandung dalam dua sumber ajaran tersebut membutuhkan penafsiran, juga ditentukan dimana ajaran Islam itu diterima. Ajaran Islam yang murni (puritan) terlebih dahulu harus menyesuaikan dan menerima tradisi yang telah berkembang dalam masyarakat setempat agar Islam dapat diterima dengan baik.

Dalam proses inilah kemudian Islam perlu berasimilasi dengan tradisi yang telah berkembang. Islam dan tradisi yang telah ada harus saling menyesuaikan agar antara keduanya tak ada yang terabaikan dan bahkan terbuang. Bahkan dalam praktiknya Islam tidak menafiakan tradisi-tradisi yang telah ada, dan sampai ada yang diadopsi dan kemudian dijadikan sebagai patokan hukum dalam syari’at Islam. Pengadopsian tradisi-tradisi yang telah ada bahkan sudah dilakukan sejak Islam baru lahir dan baru disebarkan. Salah satu contohnya adalah pengadopsian  hukum qishas yang sudah ada sejak Arab jahiliyah. Islam tak banyak mengubah tradisi itu, hanya sebagian kecil saja yang dirasa tidak bersesuaian dengan sifat kemanisiawiaan dan ajaran yang difirmankan Tuhan pada Nabi Muhammad, selebihnya dari itu Islam sepenuhnya mengadopsi ajaran tersebut.
Tak dapat dipungkiri, kedatangan Islam telah dihadapkan pada masyarakat yang sudah bertradisi, berperadaban, dan bahkan beragama. Jika Islam hadir dengan cara mengubah seutuhnya tradisi yang telah ada, maka dapat dimungkinkan Islam tidak akan pernah diterima oleh masyarakat. Dengan demikian Islam hadir tidak untuk mengubah seutuhnya apa yang telah menjadi tradisi masyarakat sebelumnya, akan tetapi Islam hadir untuk memperbaiki bentuk-bentuk tradisi yang tidak baik dan menyalahi tatanan kemanusiaan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak sekali tradisi-tradisi keislaman yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya, salah satunya di Indonesia. Terlepas dengan adanya suatu perbedaan pendapat dalam hal furu’iyah (fiqih) dalam memahami ajaran Islam yang diterima ataupun adanya penyamapaian ajaran Islam yang memang berbeda.
Islam hadir tidak hanya dihadapkan pada tradisi yang telah ada, akan tetapi Islam mampu dihadapkan pada perkembangan dan tantangan zaman. Inilah sebabnya Islam sebagai agama mampu diterima dikalangan mayoritas masyarakat di Indonesia.
Sementara itu, sebelum Islam datang ke Indonesia, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang telah mempunyai kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Keadaan ini tak menyurutkan Islam untuk ikut andil didalamnya. Keadaan masyarakat Indonesia dengan budaya Hindu-Budhanya yang telah lama tertanam menjadi tantangan tersendiri dalam menyiarkan Islam agar dapat diterima oleh masyarakat.
Oleh sebab itulah, banyak sekali tradisi-tradisi yang bercampur antara ajaran Islam yang murni dan tradisi setempat, akan tetapi tradisi yang telah bercampur dengan budaya local tersebut bukan berarti menodai ajaran Islam yang murni, bahkan tradisi-tradisi itu menamabah hazanah kebudayaan Islam yang terus bersesuaian dengan perkembangan zaman. Dari hal inilah hingga pada akhirnya ada yang menganggap bahwa ajaran Islam yang telah bercampur dengan tradisi lokal menjadi sebuah ritual yang bid’ah karena ritual itu sudah tidak puritan lagi dan tidak ada dizaman Rasulullah. Akan tetapi tidak semudah itu mengartikan bid’ah, karena dalam bid’ah  itu sendiri masih terbagi atas dua bagian yaitu; bid’ah hasanah dan bid’ah dhalalah. Dengan demikian tak semudah itu menganggap suatu tradisi yang tidak ada dan tidak diajarkan Rsulullah adala sesuatu yang harus ditinggalkan dan diklaim berdosa bagi orang yang melaksanakannya. Kita harus ingat dalam hukum bid’ah, masih ada bid’ah hasanah  yang masih bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik keislaman di Indonesia banyak sekali yang mengadopsi terhadap budaya dan tradisi yang sudah berkembang sebelumnya. Bahkan tak banyak mengubah apa yang telah ada. Islam dating bukan untuk menghapus apa yang telah ada, Islam hanya merekontruksi tradisi yang ada menjadi tradisi yang baik dan tidak menyalahi tauhid dan syari’at Islam.
Sekalipun ada sebagian kelompok Islam yang sangat mengagung-agungkan puritanisasi Islam. Kelompok ini sama sekali tidak menerima adanya percampuran antara ajaran Islam yang lahir dari al-Qur’an dan al-Hadits dan budaya lokal, kelompok ini di Indonesia dikenal dengan aliran kelompok Islam Modernis. Akan tetapi ada sebagian kelompok Islam yang tidak menafikan perkembangan budaya setempat dan tetap membiarkan tradisi itu tetap dipraktikkan oleh ummat Islam selama tidak menyalahi ajaran Islam yang terkadung dalam firman Allah dan sabda Rasulullah, kelompok ini dikenal dengan aliran Islam Tradisionalis.
Maka tidak heran bila di Indonesia ada banyak tradisi dan ritual keagamaan yang bercampur antara ajaran Islam dan tradisi local yang telah ada. Seperti halnya Selametan, Tahlilan, Sekatenan, Rukatan, dan lain sebagainya. Perlu disadari bahwa inilah warna Islam.


*Penulis adalah Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Yogyakrta. Pimred. LPM Literasia, dan Aktif di Ikatan Alumni Al-in’am Yogyakarta.



Baca Posting Terkait Lainnya:

0 komentar:

Poskan Komentar

Kolom Berlangganan Tulisan Terbaru IKAAY

Masukkan email anda jika ingin berlangganan tulisan kami:

Tulisan yang anda pesan akan sampai ke tujuan tanpa ongkos kirim.Jika tulisan yang kami kirim tidak sesuai dengan keinginan anda silahkan pilih sendiri Disini